banner

Stevano Margianto Memimpin PERWAMKI

Stevano Margianto (Kiri); Jonro Munthe (tengah) Agus Panjaitan (Kanan)

PERWAMKI yang didirikan pada tahun 2003 kini mengadakan MUNAS ke VI di Bogor untuk memilih Ketua Umum baru. Dua periode terakhir dipimpin oleh Yusak Tanasyah telah membawa PERWAMKI ke dalam pembenahan dan pembentukan organisasi yang lebih mementingkan persekutuan. Dalam pemilihan ketua PERWAMKI pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2019 muncul beberapa nama seperti Boy Siahaan, Paul Moko Guru. Salah satu pendiri PERWAMKI Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU) menyebut Margianto (mantan Sekretaris Umum PERWAMKI 2005-2008 dan kini Ketua Panitia Munas VI 2019) cocok menjadi ketua umum. “Anto, nama panggilannya adalah salah satu pendiri di PERWAMKI. Dia seorang yang mau bekerja keras, ” kata Novisurtinoyo Pemimpin Redaksi tabloid Mitra Indonesia. dan perihal Margianto yang merupakan Redaktur Pelaksana di tabloid Victorious itu.  

Novisuratinoyo meembawa Firman dalam pembukaan munas

Ibadah pembukaan sebelum dimulai MUNAS dipimpin oleh pembawa firman yaitu Suratinoyo. Dalam pewartaannya pemilik tablob Mitra Indonesia menekankan akan PERWAMKI akan menjadi kepala dan semakin maju dan akan diberkati Tuhan. Ajakan ini disambut sukacita oleh para peserta MUNAS yang berasal dari berbagai media dan daerah.

Yesaya Suharsono, membawa frman di akhir munas

Pemilihan yang berdasarkan paket ketua dan sekretaris merupakan satu kesatuan. Beberapa nama muncul untuk menjadi sekretaris seperti Boy Siahan, Agus Panjaitan, Paul Moko Guru. Akhirnya setelah dua kali putaran suara pemilih jatuh kepada Agus Panjaitan. Agus, panggilan akrabnya dari Majalah Spektrum yang adalah Sekretaris Panitia Munas VI. Banyak rekan-rekan sejawat positif melihat pasangan ini dan berharap pasangan ketua dan seketaris yang baru dapat membawa kemajuan bagi perkumpulan. “Kita berdoa agar PERWAMKI semakin mantap, dan terus diberkati-Nya, dan selalu solid,” seru Jonro Munthe yang merupakan alumni IISIP Jakarta .

Dalam ibadah penutupan munas PERWAMKI yang dibawakan oleh Yesaya Suharsono memberikan dorongan dan landasan Alkitab untuk pengurus baru bekerja. Ketua komisi Pelmas di PGLII mengatakan bahwa “kita harus memberikan kabar baik bukan mencari kabar baik” Lebih lanjut Pdt. Yesaya mengatkan bahwa “kepeercayaan yang Tuhan sudah berikan pakailah dengan benar jangan dengan otoriter dan layanilah perkumpulan dengan sepenuh hati.”



About kabarbaik